MAN Sabdodadi Bantul. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Velkomin á bloggið fara grænn minn Man sabdodadi

POLUTAN (zat tercemar)



Polutan adalah zat yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran dapat terjadi saat :
1.       Jumlah zat melebihi daya tampung
2.       Zat tidak berada tempat semestinya
Jenis polutan menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : polutan yang dapat terurai dan polutan yang tidak dapat terurai.
1.       Polutan yang dapat terurai
Contoh : kayu, daun, kertas, dan lain-lain
2.       Polutan yang tidak dapat terurai
Contoh : plastic, kaca, kaleng, pestisida, logam, besi, dan lain-lain
Jenis polutan menurut wujudnya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : polutan padat dan polutan cair dan gas
1.       Polutan padat
Contoh :  kaleng, kaca,  logam, besi, plastic, dll
2.       Polutan cair
Contoh : minyak, detergen, pestisida, dll
3.       Polutan gas
Contoh : CO, CFC, gas metana, CO2 , dll

A.      Polutan Udara
Polutan ini dapat dikategorikan sebagai polutan yang membahayakan manusia.  Zat-zat yang tercemar yang tercampur dengan udara.
Dari hasil pembakaran yang tidak sempurna dapat dihasilkan zat yang berbahaya. Misalnya : gas karbon dioksida(CO), karbon monoksida(CO2), gas metana, asap kendaraan dan lain-lain. Hasil pembakaran ini bisa berdampak langsung bagi tubuh kita, bisa mengganggu pernafasan, penglihatan,kegiatan sehari-hari. Gas-gas yang berbahaya ini biasanya tidak berwarna, tidak berbau,tidak mempunyai rasa, jadi kita sulit untuk membedakan mana gas yang membahayakan dan tidak. Gas karbon ini mempunyai daya ikat yang kuat terhadap sel darah merah dari pada daya ikat sel darah merah terhadap oksigen, hal ini menyebabkan pusing bahkan bisa menyebabkan pingsan.
Sedangkan CFC (Chloro fluoro carbon) dikategorikan gas yang membawa pengaruh besar disebabkannya pemanasan global. CFC yang biasa digunakan untuk  pengharum ruangan, penyemprot rambut, aerosol ini sifatnya sangat ringan sehingga dapat terbang dengan mudah ke atmosfer. Di atmosfer  CFC akan bereaksi dengan O3(ozon), hal ini dpat menyebabkan lapisan ozon menipis bahkan dapat berlubang. Lapisan ozon yang tipis atau berlubang dapat terlewati dengan mudah oleh berbagai sinar matahari yang membawa dampak negative yang besar bagi manusia ( misal : sinar ultraviolet, radioaktif) .
Contoh dampak negative yang dibawa sinar matahari (sinar ultraviolet) :
1.       Dapat menyebabkan (efek rumah kaca ) sehingga panas yang terpancar oleh matahari terperangkap masuk ke bumi dan menyebabkan suhu bumi meningkat (pemanasan global).
2.       Mengganggu pertumbuhan makhluk hidup( menjadi kerdil).
3.       Menimbulkan kanker pada manusia.
4.       Dll

B.      Polutan Air
Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi kehidupan. Keadaan air sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup.  Kualitas air yang terganggu dapat terlihat dari warna, bau, rasa. Zat tercemar yang biasa terdapat diair : sampah, tumpahan minyak, detergen, sisa makanan, logam,sisa limbah, pestisida, sisa bahan rumah tangga.
Sifat polutan adalah sebagai berikut.1. Merusak untuk sementara, tetapi jika telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.2. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Dampak yang dibawa oleh polutan air sangat membahayakan contohnya :
Menyebabkan makhluk yang hidup di air mati(ikan, plankton, dll) jika makhluk hidup ini mati rantai makanan ataupun jaring-jaring makanan terputus. Jika hal itu terjadi, manusia dapat menerima dampak yang paling besar yaitu penghasilan manusia yang bermata pencaharian nelayan akan berkurang karena ikan-ikan tercemar dengan limbah. Bahkan ikan yang masih hidup jika dimakan akan menyebabkan gangguan pencernaan.
Berikut ini beberapa cara mengurangi pencemaran yang terjadi di lingkungan :
1. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang mengandung asap serta gas-gas polutan lainnya agar tidak mencemarkan lingkungan.
2. melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan;
3. Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam lauratan pengikat sebelum dibebaskan ke air. Atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas buang ke udara bebas;
4. membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas suatu pemukiman atau kita;
5. mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi angkutan pribadi;
6. memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi, karena salah satu kegunaan tumbuhan adalah sebagai indikator pencemaran dini, selain sebagai penahan debu dan bahan partikel lain.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar